Welcome to revolution!!!!

Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...

Monday, September 8, 2008

BURUH BERSATU, MARI BERORGANISASI BANGUN POTENSI PEREMPUAN TANPA BATAS

Sejarah perjuangan kaum buruh memberi pelajaran bagi kaum buruh bahwa persatuan antara kaum buruh sendirilah yang mampu memberikan perubahan bagi kaum buruh. Tercapainya jam kerja yang lebih pendek, yakni 8 jam kerja pada tahun 1894 merupakan fakta bahwa persatuan, organisasi sebagai alat perjuangan, serta peran gerakan perempuan dalam perjuangan buruh adalah kunci kemenangan kaum buruh. (perjuangan 8 jam kerja bagi kaum buruh, diawali dengan gerakan perempuan di sektor buruh yang untuk pertama kalinya membentuk Serikat Buruh). Tanpa serikat buruh, kaum buruh tidak akan mampu mencapai kemenangan. Tanpa persatuan, kaum buruh tidak akan mampu mencapai kemenangan, Tanpa keterlibatan gerakan perempuan dalam perjuangan buruh, buruh tidak akan mampu mencapai kemenangan.

Organisasi Serikat Buruh: Alat Pejuangan
Organisasi Serikat Buruh adalah wadah bagi kaum buruh untuk memperjuangkan hak-haknya, baik di hadapan pengusaha/ majikan maupun negara. Dengan berorganisasi, semua buruh bisa belajar untuk mengetahui akan hak-haknya, strategi taktik untuk mencapai hak-haknya, serta bersama-sama mengontrol jalannya Serikat Buruh.

Semua anggota Serikat Buruh mesti berpartisipasi dalam menjalankan ritme organisasi seperti rapat, diskusi dan segala agenda kegiatan yang disepakati bersama-sama. Dengan demikian, Serikat Buruh dijalankan secara demokratis, Tanpa keterlibatan seluruh anggota dalam menjalankan ritme organisasi, maka Serikat bUruh hanya semata merupakan Plang Nama semata.

Galang Persatuan dan Solidaritas
Organisasi Serikat Buruh sebagai alat perjuangan buruh tidak boleh lelah dalam menggalang persatuan antar buruh dan sector masyarakat lain, seperti tani, mahasiswa, Kaum Miskin Kota atau sector rakyat lainnya,

Persatuan dan solidaritas antar buruh dan sektor masyarakat lainnya itu sangat penting, karena perjuangan akan lebih mudah jika mendapat dukungan dari buruh- buruh lainnya (baik yang sudah berorganisasi atau belum) di berbagai tempat, bahkan secara internasional.

Sementara, persatuan dan solidaritas dari sector masyarakat lainnya, tidak kalah pentingnya. Dengan solidaritas dari sektor masyarakat lain, buruh tidak berjuang sendirian dalam memperjuangkan hak-haknya tapi bersama sektor masyarakat lain yang juga mengalami banyak persoalan. Maka, jika sector masyarakat lainnya mengalami ketertindasan, kita harus pula memberi solidaritas dan dukungan, (contoh: dukungan atau solidaritas kepada korban penggusuran).

Gerakan Buruh dan Gerakan Perempuan
Gerakan perempuan tidak bisa dilepaskan dari gerakan di semua sektor masyarakat, termasuk sektor buruh, Karena perempuan berada di semua sektor. Di buruh ada perempuan, di petani ada perempuan, di Kaum Miskin Kota ada perempuan. Ia melekat dan tidak terpisah. Oleh sebab itu, upaya untuk membebaskan perempuan dari ketertindasannya baik oleh system kapitalisme (sistem yang lebih mengutamakan keuntungan dari pada kemanusiaan) dan sistem Patriarki (system yang menempatkan perempuan sebagai mahkluk ke dua) mesti berbarengan dengan gerakan social (gerakan di sektor buruh, tani dst)

Untuk kaum buruh perempuan misalnya, ia tertindas tidak hanya karena posisinya sebagai buruh, tapi juga posisinya sebagai perempuan. Oleh sebab itu, banyak diskriminasi yang diperoleh buruh perempuan, seperti diskriminasi upah, dimana buruh perempuan tidak memperoleh tunjangan pasangan (tunjangan suami). Apa lagi hak cuti haid atau melahirkan.

Buruh perempuan mempunyai beban yang lebih berat. Sebagai buruh dia dipaksa oleh majikan untuk berkerja sesuai target (sampai melebihi jam kerja biasa). Sementara sebagai perempuan, dia dibebani tanggung jawab untuk mengurus rumah tangga. Mayoritas perempuan masih dibebani perkerjaan rumah tangga, yang sampai saat ini diyakini oleh masyarakat sebagai semata tanggung jawab perempuan, meski sebenarnya bisa dikerjakan bersama antara lelaki dan perempuan.

Bahkan, dalam mayoritas organisasi Serikat Buruh, posisi pimpinan minim sekali dipegang oleh perempuan. Meski, sebagian besar anggotanya adalah buruh perempuan. Hal itu menunjukkan, bahwa potensi buruh perempuan untuk ambil bagian dalam kepemimpinan organisasi masih mengalami banyak hambatan. Oleh sebab itu, Serikat Buruh mempunyai tugas untuk mengoptimalkan potensi buruh perempuan, sehingga ia mampu memimpin. Jika buruh perempuan tidak berkembang, maka Serikat Buruh juga tidak akan berkembang. Alhasil kekuatannya pun berkurang.

Upaya untuk mendorong memajukan perempuan adalah dengan ambil bagian dalam perjuangan pembebasan perempuan, seperti mengangkat isu-isu perempuan (hak cuti haid, hak cuti hamil, fasilitas kesehatan reproduksi, pengusutan pelecehan seksual, penghapusan KDRT –Kekerasan Dalam Rumah Tangga-, penghapusan poligami dll). Serta mendorong perempuan untuk sebanyak-banyaknya mengambil kepemimpinan di organisasi.

Hidup Buruh!
Hidup Perempuan!
Hancurkan Kapitalisme, Patriarki dan Militerisme!



Ketua Komite Perempuan Jakarta Utara
Jumisih

Selebaran ini diterbitkan oleh Komite perempuan Jakarta Utara.

Komite Perempuan Jakarta Utara merupakan bagian dari ABM (Aliansi Buruh Menggugat) dan anggota dari JNPM (Jaringan Nasional Perempuan Mahardika)

CP/ Contact Person :
Jumisih (08561612485/ 02168565877)
Dian Trisnanti (081804095097)

No comments: