Lelah
lelah hati, tenaga dan pikiran. Aku merasa lelah dengan semua kontradiksi yang kualami. Ketika ku jalani hidup ini. Dimana beban yang kurasa demikian berat, meski tidak seberat mahkluk lain di dunia ini. Oleh karena itu aku tidak berani mengklaim bebankulah yang paling berat. katakanlah jiwa ini yang sedang lemah, meski semangat ini tetap ada untuk terus memperjuangkan hidup yang lebih baik,
Aku lelah berpikir, aku lelah bekerja, aku lelah menahan sakit hati. Aku lelah menghadapi kemunafikan sekaligus muak dengan itu semua.
secara beruntun, orang-orang terdekatku berbalik dari diriku, menusukku tepat di relung hatiku
orang-orang terdekatku yang kuhormati, secara beruntun menikamku dari belakang. Mungkin agak sedikit melankolis. bahkan aku menertawakan diriku sendiri saat ini. Aku sudah tidak percaya pada apapun di dunia fana ini. Apa lagi yang tersisa dari otakku? seperangkat iman? seperangkat ideologi? geez......
Biarlah aku menepi di tepian jalan tak berujung, bergulat dengan hati dan pikiran yang kalut, dengan tenaga yang sudah tak bersisa.
Kawan... tunjukkanlah aku apalah arti sebuah keluarga? apalah arti dari sebuah komitmen? Bagiku semua itu hanyalah struktur sosial yang dibangun hanya sebagai bentuk formalitas dalam memnuhi standar sosial masyarakat. Dibangun atas dasar ilusi cinta yang membodohkan, sebuah absurditas yang dilegalkan dalam sebuah ikatan pernikahan - keluarga. Bukan aku tak mengasihi keluarga yang telah membesarkanku, tapi hati ini sudah terlalu lelah untuk mempercayai, pikiranku sudah lelah kawan, tenagaku sudah habis.
Biarlah aku beristirahat dalam kesunyianku, entah sampai kapan
Ijinkanlah aku menepi dalam tepian tak berujung
Dan jangan pernah tunggu kepulanganku
Welcome to revolution!!!!
Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...
Monday, August 27, 2007
Wednesday, August 1, 2007
Mengapa kita harus berjuang di basis massa.?
Sebuah pertanyaan yang ingin kulontarkan kepada kawan-kawan gerakan prodem, khususnya bagi kawan-kawan PAPERNAS yang saat ini sedang bergelut untuk mengintervensi pemilu 2009.
Pemilu 2009 merupakan momentum yang harus dilihat sebagai peluang untuk mengintervensi proses demokrasi di negri ini, yang meski merupakan sistem demokrasi ala borjuis namun masih diakui dan punya legitimasi di mata rakyat. Ruangan demokrasi yang tersedia secara legal ini harus dipandang sebagai peluang taktis untuk mengkampanyekan program minimal partai, yaitu tri panji kemenangan rakyat. Satu hal yang tak boleh dilupakan dan sebagai prinsip dalam berjuang adalah perjuangan di basis massa. Hal ini penting untuk mendukung setiap bentuk perjuangan intra parlementer yang dilakukan. Pertanyaan selanjutnya, apakah organisasi pendukung partai mampu mengorganisir massa dan merumuskan formula yang tepat untuk radikalisasi massa? Dengan demikian, yang perlu ditekankan dan menjadi fokus kerja partai adalah radikalisasi massa, bukan deal-deal politik dengan elit borjuasi.
Hal yang tak bisa ditawar lagi adalah, perjuangan ekstra parlementer harus tetap dilakukan demi terwujudnya sebuah sistem demokrasi, dimana rakyat benar-benar berpartisipasi aktif. Berpartisipasi aktif, bukan hanya dalam momentum 5 tahunan. Sistem DEMOKRASI KERAKYATAN.Yang perlu dirumuskan sekarang. FOrmula yang tepat untuk melakukan pengorganisiran perlawanan di tingkat massa.
Sebagai partai yang 'mengaku' revolusioner dan mengemban kepentingan rakyat. Yang dalam sejarahnya, organ pendukungnya dan PRD selalu konsisten mengusung program-program kerakyatan, wajib untuk melibatkan massa seluas-luasnya dalam perjuangan yang dilkukan. Untuk itu, partai harus belajar dari pengalaman perjuangan intra dan ekstra parlementer yang pernah dilakukan gerakan kiri di belahan dunia lainnya, seperti Rusia, Chille, Venezuela, Iran dst.
BERSAMBUNG
Pemilu 2009 merupakan momentum yang harus dilihat sebagai peluang untuk mengintervensi proses demokrasi di negri ini, yang meski merupakan sistem demokrasi ala borjuis namun masih diakui dan punya legitimasi di mata rakyat. Ruangan demokrasi yang tersedia secara legal ini harus dipandang sebagai peluang taktis untuk mengkampanyekan program minimal partai, yaitu tri panji kemenangan rakyat. Satu hal yang tak boleh dilupakan dan sebagai prinsip dalam berjuang adalah perjuangan di basis massa. Hal ini penting untuk mendukung setiap bentuk perjuangan intra parlementer yang dilakukan. Pertanyaan selanjutnya, apakah organisasi pendukung partai mampu mengorganisir massa dan merumuskan formula yang tepat untuk radikalisasi massa? Dengan demikian, yang perlu ditekankan dan menjadi fokus kerja partai adalah radikalisasi massa, bukan deal-deal politik dengan elit borjuasi.
Hal yang tak bisa ditawar lagi adalah, perjuangan ekstra parlementer harus tetap dilakukan demi terwujudnya sebuah sistem demokrasi, dimana rakyat benar-benar berpartisipasi aktif. Berpartisipasi aktif, bukan hanya dalam momentum 5 tahunan. Sistem DEMOKRASI KERAKYATAN.Yang perlu dirumuskan sekarang. FOrmula yang tepat untuk melakukan pengorganisiran perlawanan di tingkat massa.
Sebagai partai yang 'mengaku' revolusioner dan mengemban kepentingan rakyat. Yang dalam sejarahnya, organ pendukungnya dan PRD selalu konsisten mengusung program-program kerakyatan, wajib untuk melibatkan massa seluas-luasnya dalam perjuangan yang dilkukan. Untuk itu, partai harus belajar dari pengalaman perjuangan intra dan ekstra parlementer yang pernah dilakukan gerakan kiri di belahan dunia lainnya, seperti Rusia, Chille, Venezuela, Iran dst.
BERSAMBUNG
Subscribe to:
Posts (Atom)