Welcome to revolution!!!!

Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...

Monday, November 19, 2007

Susahnya Menolak Amplop ....

Susahnya menolak amplop bagi ku sama susahnya dengan tetap menjadi perawan...
Sebuah momen yang tak terlupakan ketika aku meliput acara pemrov Diy hari ini. Setelah aku selesai liputan seorang pegawai dari BID memberiku amplop yang pastinya berisi uang entah berapa lembar. Ketika kukembalikan ia dengan gusar mengatakan bahwa ia pasti dimarahi atasan jika uang tersebut tidak diterima. Lelaki paruh baya itu bahkan mengejarku sampai ke halaman hotel, memohon. Dalam hati aku meringis, pedih. Seorang paruh baya yang mungkin hanya menjalankan tugas. Tak berdaya mengalirkan uang rakyat untuk kami para jurnalis.

Akhirnya aku tetap kukuh untuk menolak. Biar saja aku dibilang munafik, akan tetapi yang kupahami jika aku menerima uang dari beberapa pihak maka aku akan bergantung padanya. Uang seperti momok meski kita membutuhkannya. Aku hanya meyakini, bahwa tanggung jawab akan kesejahteraan jurnalis bukan pada nara sumber tetapi pada pengusaha media tempat mereka berkerja. Tempat mereka memberi keuntungan dengan peluh dan keringat.Juga tanggung jawab negara karena kami merupakan generasi bangsa yang seharusnya diberi hak untuk tinggal di buminya sendiri. Menikmati pendidikan dan kesehatan, sumber daya alam yang bisa diolah untuk kepentingan bersama bukan bagi segelintir pemodal...

Apakah itu hanya mimpi? bagiku tidak. Semua itu harus diraih dengan perjuangan yang mungkin tidak sebentar dan menghabiskan banyak energi. Semua itu harus dijalani...

No comments: