Tindak intimidasi terhadap korban pemotongan dana rekonstruksi ternyata tidak hanya menimpa warga Terbah, Gunung Kidul yang menjadi korban pemukulan beberapa waktu silam. Kali ini tindak intimidasi tersebut dialami oleh warga dusun Salam, Temuwuh, Dlingo Bantul, bernama Rukiyono. Pada hari Jum’at pagi (30/11) Rukiyono bersama dengan beberapa warga lainnya dan didampingi oleh kuasa hukumnya dari LBH I Work, Andhi Adriasto SH melaporkan kejadian yang menimpa Rukiyono pada hari jumat minggu lalu (23/11). Menurut Andhi, Rukiyono pada hari jum’at malam sekitar pukul 23.30 WIB (23/11) dijemput paksa di tempat kerjanya oleh beberapa orang atas suruhan Tim Desa, untuk menghadiri forum desa di rumah Puryitno. Dalam forum yang dihadiri 150 orang tersebut, Rukiyono dipaksa menandatangani surat pernyataan bahwa semua warga membatalkan laporan mengenai pemotongan dakon di desa Temuwuh ke LBH I-work. Tercatat, ada 45 warga yang melapor ke LBH I Work dengan jumlah potongan dakon yang bervariasi yaitu antara 3 sampai 10 juta. Dijelaskan pula, Rukiyono baru melapor ke POLDA DIY seminggu kemudian (30/11) karena merasa ketakutan.
Hal senada juga dipaparkan oleh salah satu warga, sebut saja Samson. Samson mengaku bahwa dia merupakan salah satu warga yang menjemput paksa Rukiyono hari jum’at malam itu (23/11). Dijelaskan Samson, ia dipaksa oleh Tim Desa untuk menjemput Rukiyono malam itu juga. Karena takut, maka Samson bersedia. Samson tidak sendirian, dengan dua mobil Cery, ia bersama lima atau tujuh orang lainnya menjemput paksa Rukiyono di tempat kerjanya yang terletak di Desa Ponggok, Jetis dan mengantar Rukiyono ke rumah Puryatno, tempat diadakannya forum desa untuk menyelesaikan persoalan pemotongan dana rekon. Menurut keterangan Samson,dua dari warga yang menjemput adalah aparat kepolisian benama Mardi (anggota tim Desa) dan Giyanto. Sesampai di rumah Puryatno, Rukiyono diminta menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak melapor ke LBH I-Work. Selain itu, data yang dimilii oleh Rukiyono juga dirampas oleh tim desa.
Welcome to revolution!!!!
Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment