Lelah
lelah hati, tenaga dan pikiran. Aku merasa lelah dengan semua kontradiksi yang kualami. Ketika ku jalani hidup ini. Dimana beban yang kurasa demikian berat, meski tidak seberat mahkluk lain di dunia ini. Oleh karena itu aku tidak berani mengklaim bebankulah yang paling berat. katakanlah jiwa ini yang sedang lemah, meski semangat ini tetap ada untuk terus memperjuangkan hidup yang lebih baik,
Aku lelah berpikir, aku lelah bekerja, aku lelah menahan sakit hati. Aku lelah menghadapi kemunafikan sekaligus muak dengan itu semua.
secara beruntun, orang-orang terdekatku berbalik dari diriku, menusukku tepat di relung hatiku
orang-orang terdekatku yang kuhormati, secara beruntun menikamku dari belakang. Mungkin agak sedikit melankolis. bahkan aku menertawakan diriku sendiri saat ini. Aku sudah tidak percaya pada apapun di dunia fana ini. Apa lagi yang tersisa dari otakku? seperangkat iman? seperangkat ideologi? geez......
Biarlah aku menepi di tepian jalan tak berujung, bergulat dengan hati dan pikiran yang kalut, dengan tenaga yang sudah tak bersisa.
Kawan... tunjukkanlah aku apalah arti sebuah keluarga? apalah arti dari sebuah komitmen? Bagiku semua itu hanyalah struktur sosial yang dibangun hanya sebagai bentuk formalitas dalam memnuhi standar sosial masyarakat. Dibangun atas dasar ilusi cinta yang membodohkan, sebuah absurditas yang dilegalkan dalam sebuah ikatan pernikahan - keluarga. Bukan aku tak mengasihi keluarga yang telah membesarkanku, tapi hati ini sudah terlalu lelah untuk mempercayai, pikiranku sudah lelah kawan, tenagaku sudah habis.
Biarlah aku beristirahat dalam kesunyianku, entah sampai kapan
Ijinkanlah aku menepi dalam tepian tak berujung
Dan jangan pernah tunggu kepulanganku
Welcome to revolution!!!!
Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment