Tunjangan anggota dewan termasuk tunjangan komunikasi intensif diharapkan mampu meningkatkan kinerja anggota dewan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Tunjangan komunikasi intensif tersebut sekitar 4,2 juta kiranya seiring sejalan dengan perbaikan ekonomi rakyat. Tepatkah kebijakan ini diterapkan?
Sebuah pertanyaan yang terus bergejolak dalam pikiranku. Bukan sebuah pertanyaan aneh mengingat kondisi riil ekonomi masyarakat Indonesia. Apakah tunjangan komunikasi intensif ini bisa menjamin perbaikan ekonomi masyarakat? Akankh rakyat bisa sejahtera dengan adanya tunjangan bagi anggota dewan, yang katanya sih penyalur aspirasi rakyat. Katanya .....
Welcome to revolution!!!!
Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment