Welcome to revolution!!!!

Met datang di sebuah blog yang menyerukan nurani, cita-cita dan kebebebasan...

Thursday, March 15, 2007

wajah baru dalam hidupku

Masa kecilku adalah masa yang paling membahagiakan, keceriaan adalah hari-hariku sekalipun keceriaan itu akhirnya harus terbenam dengan rasa benci dan ketidak percayadirian.Ketika aku menatap masa lalu maka aku akan melihat dengan kjelas sosok gadis kecil yang pemuh keceriaan,kebahagiaan. Sekalipun masa kebahagiaan itu terenggut dariku, ketika uasuaku masih terlalu dini namuan masa bahagia itu tidak akan terlupakan olehku. Keceriaanku tiba2 terenggut begitu saja, dengan begitu cepat, sebuah sejarah hidup yang takkan terlupakan olehku. Masa kecilku sesudahnya sampai remaja hanya diisi dengan kesendirian,tanpa teman. Hari-hari kulalui dengan kesunyian dan rasa sepi. Temanku hanyalah Tuhan yang kupercaya sebagai penyelamat(sehingga aku berniat menjadi biarawati) yang akan membawaku lari dari memori pahit dalam hidupku. Menginjak akhir masa studiku di SMU kurasakan kesunyian yang makin erat memelukku. Lambat laun kusadari, religi bukanlah tempat pelarian bagiku jika dan hanya memang jika kau tak mampu melepas belenggu masa lalu itu.

Hari-hari remajaku kulalui denga nmenulis puisi dan cerpen yang kemudian kukumpulkan untuk kubuang begitu saja. Hari -hari remajaku kuisi dengan membaca dan membaca sementara teman-teman seusiaku menghabiskan waktu untuk hang out, taking a walk etc. Betapa aku ingin seperti mereka, namun sepertinya susah sekali kugapai, aku semakin tenggelam dalam rasa rendah diri. Rasa rendah diri itu menyebabkan aku tak mampu tampil. Kebenciankupun kutumpahkan pada "mereka" yang menorehkan masa pahit dalam masa kecilku. Aku membenci mereka kaum adam.Kutorehkan kebencian namun akupun makin terseret dalam rasa rendah diri, rasa benci pada diri sendiri karena waktu itu aku tidak berani melawan dan memang aku tak punya kekuatan untuk melawan karena aku masih kecil. Saat itu kukatakan pada diriku sendiri "Andai aku laki-laki mungkin aku punya kekuatan untuk melawan"

Menapaki masa akedmik kampus, aku menemukan begitu banyak wacana terutama wacana-wacana feminis dan kiri termasuk anarko, marxist, leninis etc.Jujur kuakui pada awalnya aku tertarik dengan wacana feminis radikal namun dialektika membawaku pada kawan-kawan gerakan prodem dimana kemudian aku bergabung. Rasa rendah diriku tampakanya menghambatku untuk terus maju namun janji yang kuukir selepas SMU bahwa aku harus berhenti menjadi seorang gadis bisu yang berteman dengan kesunyian. Mulai kulihat diriku sebagai manusia seutuhnya yang berhak berkarya, berhak berbahagia. Takkan kulupakan masa pahit di masa kecilku namun tetap kusimpan sebagai salah satu alasan kenapa aku harus berjuang, bukan hanya untuk diriku sendiri namun juga bagi mereka yang merasakan penindasan yang sama. Jangan salah aku bukanlah pahlawan bagi siapapun, karena akupun tak mau tenggelam dalam semangat heroisme.

Masa pendidikan di perguruan tinggi adalah masa dimana aku menemukan tujuan hidupku yang tak kutahu sampai kapan menjadi tujuan dalam hidupku. Kurasakan sulitnya membangun basis meski itu hanya di kampus. Masa dimana aku mencoba percaya pada kaum adam meski berakhir dengan mengecewakan karena ia yang kupercaya, pergi begitu saja tanpa pesan. Sesaat aku goyah,kebencianku pada kaum adam kembali menyapaku dalam masa kontemplasi yang kujalani, namun teringatku akan ayahku, kawan-kawanku lelaki dan kutorehkan senyum di wajahku.Mereka adalah sahabat terbaikku. Sekarang? Kutatap cermin di hadapanku dan wajah barupun muncul memperlihatkan sebuah semangat untuk terus melangkah dengan kepala tegak.